Rudy Sutopo: Adrian dkk Bikin Skenario agar Lolos dari BNI

Kamis, 17 Juli 2008

Selasa, 18/01/2005 14:30 WIB

Dian Intannia - detikinet

Jakarta - Penyidikan kasus pembobolan BNI Rp 1,7 triliun dipenuhi keganjilan. Rudy Sutopo blak-blakan membukanya.

Misalnya saja, Rudy Sutopo yang juga salah satu terpidana kasus ini, menyatakan ada grand scenario dalam pengungkapan kasus itu. Skenario itu dibikin oleh Adrian Waworuntu dan Aprillia Widarta atas sepengetahuan Maria Pauline.

Inti skenario itu adalah menempatkan Edi Santoso (Kepala Customer Service Luar Negeri BNI Kebayoran Baru) dan Rudy Sutopo sebagai otak pembobolan BNI. Dengan demikian, Adrian dkk bisa lepas tangan.

Pengakuan Rudy disampaikan saat menjadi saksi sidang komisi kode etik dan profesi Mabes Polri dengan terperiksa Brigjen Samuel Ismoko. Sidang berlangsung di Mabes Polri, Jl.Trunojoyo, Jaksel, Selasa (18/1/2005).

Rudy mengaku, dia tahu ada skenario itu ketika bertemu pertama kali dengan makelar kasus bernama Ishak. "Saya semula tak mengenal Ishak. Saya diberitahu teman yang menyarankan saya menghubungi Ishak. Saya tanya, siapa Ishak itu. Katanya, Ishak itu teman dekat Ismoko. Saya pertama kali bertemu Ishak di Sheraton Bandara awal Desember 2003," urai terpidana 15 tahun penjara ini.

Pada pertemuan itu selain Ishak, hadir juga Dodi Abdul Kadir. "Mereka menjelaskan ada skenario begini begitu. Saya bilang, kok bisa begitu? Menurut Dodi Abdul Kadir, saya dibilang Adrian yang katanya Pak Edi dan saya adalah otak dll," cerita Rudy.

Skenario Adrian itu juga telah disampaikan ke Maria Pauline, buron yang kini menetap di Sigapura. "Press conference sudah diatur sedemikian rupa sehingga terbentuk opini saya adalah sindikat internasional L/C fiktif," kata Rudy. Sekadar diketahui, selama menjadi buron, Maria Pauline berulang kali mengundang sejumlah media massa terkemuka untuk menceritakan detail kasus itu. Intinya, Maria Pauline dkk tidak bersalah.

Setelah pertemuan itu, Ishak mengaku akan berkoordinasi dengan Ismoko. Kemudian dilakukan pertemuan kedua dengan Ishak di Hotel Ibis. Rudy juga bertemu Charlie dan istrinya.

Dalam pertemuan itu, Ishak menyatakan masalahnya sudah clear dan Rudy tidak terbukti sebagai komisaris PT Mahesa Karya Muda Mandiri (perusahaan yang menerima kucuran BNI US$ 9,38 juta dari L/C fiktif). "Tapi supaya berakhir damai, ada 86 (bisa dimengerti). Karena tidak ada yang gratis," kata Rudy mengutip Ishak.

Ishak lalu minta uang kepada Rudy sebanyak Rp 5 miliar, tapi Rudy hanya bisa memberi 500 juta. Semula Ishak meminta uang itu diberikan secara tunai. Tapi Rudy menolak. Uang itu lalu ditransfer u melalui Lippo Bank Cabang Kuningan atas nama Dodi Abdul Kadir, "Yang katanya untuk Pak Ismoko," demikian Rudy Sutopo.

( nrl )

http://jkt1.detikinet.com/read/2005/01/18/143026/275158/10/rudy-sutopo-adrian-dkk-bikin-skenario-agar-lolos-dari-bni

0 komentar:

Poskan Komentar